Senin, 02 Juni 2014

MEMBANGUN KARAKTER SISWA DI SEKOLAH

MEMBANGUN KARAKTER SISWA DI SEKOLAH

Sekolah bukan hanya tentang konsep belajar, tetapi juga merupakan tempat dimana lembaga pendidikan mendidik dan mengajarkan suatu konsep karakter yang baik, terutama perana dari para pendidik atau guru yang seharusnya dapat menjadi contoh dan panutan dari siswa yang diberikan pendidikan dan pengajaran, sehingga dapat menjadi suatu cerminan yang baik bagi siswa untuk kehidupan dimasa yang akan datang. 

Concordia University, Portand – Oregon di Amerika Serikat dalam jurnalnya menulis Cara Pendidikan Sekolah Membangun Karakter Siwa, yang disebutkan bahwa pembentukan karakter siswa bukan hanya melihat atau mencontoh daripada perilaku Guru tetapi pembentukan karakter juga bisa dilakukan secara pro-aktif melalui beberapa kegiatan disekolah yang direncanakan.

Kegiatan kelas yang dapat mendorong siswa untuk lebih mengembangkan dan menerapkan prinsip-prinsip etika dan berperilaku yang baik sehingga akan dapat menjadi karakter siswa saat melakukan pembelajaran disekolah  maupun diluar sekolah nantinya.

Adapun cara membangun karakter siswa disekolah dapat melalui upaya antara lain:

1. Pilar Karakter

Adalah merupakan suatu karakter positif yang patut ditanamkan dalam diri siswa sehingga perilaku yang baik akan secara otomatis dan spontanitas diterapkan oleh siswa.

The Josephson Institute of Ethics mendefinisikan pilar utama karakter adalah meliputi: Kepercayaan, Tanggung Jawab, Rasa Hormat, Peduli, Keadilan dan Kewarganegaraan, Keberanian, Ketekunan, dan Integritas.

Penerapan pilar karakter ini dilakukan dengan membuatkan suatu rencana kegiatan yang dapat secara langsung mengembangkan kepribadian siswa melaui suatu pengarahan dan bimbingan yang baik sehingga setiap siswa akan dapat mengembangkan bakat kreatifitas yang baik, memberikan arahan agar siswa mau mengutarakan kebaikan dari suatu kegiatan, sehingga akan timbul kepercayaan diri, rasa hormat dan juga integritas yang baik dan tertanam dalam kegiatan siswa.

2. Mengatur Peraturan yang Tepat.

Ini adalah tanggung jawab sebagai guru untuk menetapkan aturan yang tepat untuk perilaku kelas  dengan menetapkan aturan-aturan dasar yang jelas dan baik. Melihat secara langsung terhadap kepribadian siswa, apa yang dapat diterima atau tidak untuk diarahkan menjadi suatu kebaikan.
Siswa dapat melakukan diskusi terkait perbuatan baik yang dilakukan dan mana yang tidak baik untuk dihindari atau tidak digunakan, dalam hal ini seorang pendidik atau guru harus dapat memberikan contoh perilaku yang baik sehingga siswa dapat melihat secara langsung apa yang dinyatakan adalah merupakan hal yang baik.

Salah satu contoh adalah menyelesaikan setiap tugas kegiatan dengan baik, rapi dan tepat waktu, selain itu dapat memberikan contoh bagaimana menghormati orang lain, bertutur sapa yang sopan dan baik dan sebagainya yang bisa menumbuh kembangkan karakter siswa menjadi lebih baik.

Kegiatan ini dapat memungkinkan siswa untuk menunjukkan aturan bermanfaat yang bisa menguntungkan kelas. Cobalah dan tetap positif  melalui cara memuji siswa yang menunjukkan perilaku yang baik dan karakter yang baik. Membuat mereka model peran positif untuk kelas.

Cara yang dipakai dapat menggunakan sistem penghargaan untuk perilaku yang baik seperti poin atau bintang emas yang nantinya terhadap perilaku baik akan memperoleh suatu kondisi yang lebih baik daripada yang lainnya, sehingga pada akhirnya perilaku baik itu akan menjadi suatu kebiasaan siswa untuk selalu meningkatkan perilaku yang lebih baik lagi.

3. Mendorong Umpan Balik yang Baik.

Siswa memilih model peran apakah seorang guru atau orang lain telah atau akan membantu atau tidak. Berusaha untuk menunjukkan model peran karakter positif dalam sejarah, sastra, ilmu pengetahuan dan seni. Sengaja mengajarkan tentang orang-orang bahwa siswa mampu meniru yang baik. Mintalah siswa untuk menjelaskan, menilai dan mencocokkan ciri-ciri dan perilaku orang-orang atau karakter terpuji dalam cerita fiksi. Mereka bahkan bisa mendramatisir beberapa elemen cerita atau mengubahnya untuk memungkinkan karakter untuk membuat pilihan yang lebih baik.

Menceritakan tentang perilaku para pemimpin dunia saat ini, tokoh olahraga dan selebriti juga. Tanyakan kepada siswa apakah kata-kata seseorang sesuai dengan tindakan mereka. Diskusikan bagaimana hidup ditingkatkan dengan karakter yang baik, memberikan pemahaman bahwa sesuatu yang dilakukan dengan upaya yang baik akan memperoleh hasil yang baik dan bermanfaat.

4. Meletakan Dasar Saling Menghormati.

Kelas harus mapan di atas dasar rasa hormat. Harga diri dan menghormati orang lain merupakan dasar dari semua karakter positif lainnya. Negatif dan penyalahgunaan dalam bentuk apapun tidak dapat ditolerir, dan bertemu dengan konsekuensi yang sesuai. Buat kampanye anti bullying dan memuji kebaikan memperlakukan semua teman sekelas dengan hormat dan bermartabat. Jujur dan berperilaku sopan-santun menghargai dan menghormati keadaan orang lain terutama antar siswa di kelas dan tidak saling mengejek atau membicarakan kekurangan orang lain, santun terhadap yang lebih tua dan menjaga menyayangi yang lebih muda.

5. Membangun Komunitas Peduli.

Sebuah sikap yang peduli dapat didorong dengan memiliki kebijakan toleransi yang mempunyai tanggungjawab terhadap lingkungan yang baik, meletakkan dasar kejujuran dan kesetiakawanan sosial yang baik terhadap apa yang dilihat dan dirasakan, melalui suatu kegiatan yang melibatkan seluruh siswa sehingga timbul rasa sosial dan menghargai terhadap sesama. 
Menerapkan kepedulian untuk menjaga lingkungan yang baik bersih dan nyaman untuk keberlangsungan kegiatan kehidupan. 

Memberikan bimbingan terhadap siswa akan pentingnya keadilan dan menghormati orang lain, melaporkan bila ada kejadian yang dianggapnya tidak baik, perilaku yang salah ataupun ada sesuatu yang dianggap mereka harus dihentikan atau diperbaiki.
Merencanakan suatu kegiatan untuk lebih memperhatikan kondisi sekolah, Guru berperan sebagai pengawas sekaligus membimbing siswa untuk memahami makna lingkungan yang sehat.

6. Kesukarelawanan

Luangkan waktu di kelas untuk menyoroti pentingnya kebajikan dan kesukarelawanan.
Kegiatan ini sebaiknya dimulai oleh peran Guru sebagai pendidik memberikan contoh bagaimana memberikan bantuan terhadap kegiatan yang sifatnya dapat memberikan peningkatan pengetahuan terhadap siswa, memberikan cerita yang baik bagaimana bisa membantu orang lain, mendorong siswa untuk selalu memberikan dukungan terhadap siswa lainnya yang belum memahami pembelajaran, menolong orang lain yang terkena musibah dan sebagainya yang sifatnya adalah membentuk karakter siswa untuk membantu orang lain dalam kebaikan.

7. Tindakan yang Berkarakter.

Dalam kegiatan ini adalah bagaimana pendidik atau guru dapat memberikan wawasan pengetahuan yang baik terhadap siswa akan adanya suatu kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain, membuat suatu kegiatan yang melibatkan siswa untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kesetiakawanan.
Untuk kegiatan ini dapat dilibatkan peran orangtua murid dan masyarakat sekitar agar siswa dapat mengetahui apa yang dilakukannya adalah merupakan suatu perbuatan yang baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Ini hanya beberapa saran untuk membangun karakter di sekolah-sekolah dan siswa. Namun, sebenarnya ada kesempatan tak terbatas untuk melakukannya sepanjang hari sekolah. Gunakan imajinasi Anda - langit adalah batas.

(Ref: 7 tips for building character in schools and students, education.cu-portland.edu.)

Wi-Nanda,2014

Rabu, 21 Mei 2014

TIPE GURU YANG TAK LEKANG WAKTU


“Dalam dunia pendidikan, dimana seorang guru merupakan panutan bahkan idola dari siswa yang dididiknya, bahkan seringkali Guru dapat menjadi suatu gambaran baik buruknya perjalanan belajar dan mengajar pada suatu lembaga pendidikan, sehingga peran Guru dituntut harus benar-benar memahami arti pendidikan dan pembelajaran terhadap siswa.

Tulisan ini merupakan suatu gambaran terkait Gambaran Guru dilihat dari sisi karakteristik dengan berbagai Tipe perangainya, mungkin juga bisa mencerminkan salah satu Tipe Guru yang ada atau gabungan dari beberapa Tipe yang ada. Namun Guru tetaplah Guru yang akan selalu menjadi panutan bagi siswa... 
(Tulisan dibawah ini merupakan saduran dari tulisan seorang guru... http://anizzsyam.blogspot.com)

”Sedikit catatan dari berbagai sumber.
Makhluk yang berakal akan terus menggunakan waktu untuk sesuatu yang bermanfaat, goresan indah dari para pemerhati &Volunteer dunia pendidikan”.

Selama kita sekolah dari TK sampai sekarang, coba deh hitung berapa banyak guru yang pernah mengajar kamu.Bisa ? atau karena sudah jadul banget,jadi lupa? it's o.k. Sebab, dari begitu banyak guru, karakter atau sifatnya tidak jauh beda antara guru zaman kita TK sampai sekarang.Masa seh......????? mmmm..........tapi iya juga sih....,kalau diingat-ingat dan direnungkan dalam-dalam,sebenarnya guru memiliki tipe yang sama,dari guru TK sampai guru di sekolah yang sekarang.Misalnya, saat TK dulu kamu punya guru yang galak,eh...saat SD pasti kita juga punya guru yang karakternya enggak kalah galak, naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi,guru galak pasti kita temuin juga.Begitu seterusnya,sampai kita kuliah nanti.Sebuah keajaiban alam? Bisa jadi............

Sebuah karakter yang klasik banget dan enggak lekang dimakan zaman. Mau tahu? baca sama-sama yuk......!

1.  Guru Killer

Ini adalah tipe guru yang benar-benar tak akan lekang dimakan waktu.Pernah dengarkan ungkapan; "Bagai membangunkan macan tidur..". Pokoknya, enggak boleh berisik sedikit,kalau guru killer lagi ngajar, jangan coba-coba ngomong atau bisik-bisik keteman sebelah kamu,karena gerakan atau suara sekecil apapun bisa didengarnya.Selain itu,guru killer sangat gemar memberikansetumpuk PR atau ngasih kejutan-kejutan kecil yang menyeramkan, seperti ulangan mendadak atau tiba-tiba aja nunjuk muka kita yang lagi asik berbengong diri untuk menjawab pertanyan yang diajukan.Satu lagi,beliau juga jarang senyum.ihh......asik.....upzzz.... maksudnya syerremmmmm....tp selama kita asik-asik aja dengan guru ini,ga masalah deh....!

2. Guru Cuek

Berbanding terbalik dengan guru killer, Guru tipe ini punya kebiasaan yang monoton saat di kelas, yaitu duduk dan langsung ngasih tugas buat ngerjain soal-soal di halaman sekian.........Setelah itu beliau sibuk dengan dunianya sendiri. Entah nulis-nulis, entah baca buku. Pokoknya, hampirenggak ada komunikasi antara yang diajar dengan yang mengajar ( mungkin ngajarnya pakai "telepati" ). Pokoknya, selama tugas kelihatan tampak nyata di depannya, maka nilai kita aman! (tapi, apa kita belajar untuk mencari nilai di atas kertas????)... tapi bukan berarti kita cuek juga loh..............!

3. Guru Penurut.

Wow.....................! inikah guru yang menjadi idaman kita..????
Guru tipe ini sering banget dizalimi sama murid-muridnya. Karena beliau terlalu baik dan hatinya teramat mulia,beliau nurut aja kalau muridnya lagi enggak mau ada PR hari ini.Atau kalau muridnya minta beliau mengulangi lagi pelajarannya. Dengan senang hati guru penurut akan mengikutinya.
Pokoknya,prinsip beliau ialah ”Your wish is my command”.
Duh........,Ikhlas atau tekanan bathin nih....!

4.  Guru Centil.

Bukan sulap tapi tipe ini beneran ada dalam kehidupan nyata.Untuk lebih mendeteksinya,biasanya ciri-cirinya: fashionable,gaya jalannya menarik perhatian,hampir bisa dipastikan mengajar dengan body language bak model,dan senang dipuji.Kalau gurunya cowok, pastinya suka genit sama lawan jenis.

5.  Guru  Pilih Kasih.

ampyun.......kalau ada guru yang seperti ini,Tapi biasanya,guru ini memang berat sebelah dalam memperlakukan murid-muridnya.Kalaumuridnya sesuai dengan keinginannya,entah itu cantik,pintar,atau apapun,biasannya si murid sering ditolong dan diperlakukan lembut buanggeeetttttt......Tapi kalau enggak masuk kriteria,ga akan mau dideketin sama murid yang ga masuk kriteria.

6.  Guru Bersahabat.

Ini baru tipe guru yang oke.Ngajarnya enak, bisa diajak konsultasi,danhafal dengan nama murid-murid yang diajarnya.Di kelas, guru ini bisa aja marah sama muridnya,tapi di luar kelas dia bisa baik lagi sama murid.Pokoknya, no heart feeling,bro!Guru tipe ini biasanya juga berbaur dan sering ngobrol sama murid-muridnya di luar kelas.Pokoknya, guru ini ibarat orang tua di sekolah kita deh.Karena jadi Guru buat beliau merupakan panggilan jiwa.

7. Guru Asyik.

Jabatan ini biasanya disandingkan dengan guru mata pelajaran seni.Guru asyik biasanya lebih fleksibel saat mengajar.Yang penting bagi guru tipe ini ialah murid-murid paham dengan apa yang diajarkan.Soal metode pengajaran, terserah masing-masing murid. Apa mereka mau belajar sambil ngobrol, ngemil, atau sambil tidur, yang penting mereka paham dan bisa.Titik!

8. Guru Freak.

Guru tipe ini biasanya punya karakter yang tidak menetap.Kadang beliau ini berwibawa,berkuasa, dan suka marah-marah.Tapi kadang juga suka ngelucu (tapi jadinya jayus) dan sok akrab, Pokoknya, kelakuannya terkadang suka unbelievable-lah.

9. Guru Keren.

Tipe yang seperti ini biasanya sih guru olahraga atau guru seni.Mareka ini punya wajah atau tubuh yang sedap dipandang mata.Cantik dan seksi atau ganteng dan atletis.Guru ini biasanya juga murah senyum.Jadi, enggak heran kalau murid-muridnya pada kelepek-kelepek melihat guru keren nan aduhai.

10. Guru  Culun.

Kebalikan dengan si Guru keren, guru culun biasanya punya dandanan yang old fashion atau enggak nyambung.Entah apa karena jarang baca majalah mode atau karena keukeuh sama selera nenek moyangnya yang jadul.Selain gayanya yang konservatif abisss.......,biasanya pola pikirnya juga ikut-ikutan jadul.Sulit terima kemajuan dan perkembangan jaman.

11.  Guru  Militer.

Guru yang satu ini seneng.....banget ngasih hukuman fisik buat murid-murid yang buat pelanggaran.Hukumannyapun bermacam-macam,mulai squat jump,push up, bending, lari keliling lapangan,bersihin WC,sampai ngumpulin sampah.kalau udah ngasih hukuman,kayaknya wajah beliau puas banget.Guru tipe ini ibarat mendapatkan asupan gairah tinggi kalau melihat anak muridnya menderita secara fisik.Sepertinya sih, guru tipe ini pernah punya obsesi pengen masuk tentara,tapi mungkin enggak lolos seleksi.

12. Guru Rese'.

Guru tipe seperti ini sering banget nyari-nyari kesalahan anak muridnya.Mereka juga senang " mencela"murid di hadapan guru-guru yang lain atau di hadapan murid-murid yang lain.Biasanya,guru ini juga sering mengadukan kesalahan anak muridnya keatasannya.Intinya, guru ini sering CP alias cari perhatianlah...!

13. Guru Pelawak.

Guru tipe ini mirip pelawak yang kesasar jadi guru.Beliau seneng banget ngelawak di mana pun tempatnya,acaranya tetep ngelawak.Lawakannya kadang lucu, kadang  jayus.Tapi yang pasti, guru tipe ini bisa menghibur kita menghibur kita apapun lawakannya.


Tappii... ”Guru juga ....................manusia,bisa salah...,bisa lupa!”




P3rs3mbahan oleh anizzsyam, 21 April 2010. 

Minggu, 10 Maret 2013

PELAKSANAAN LDKS SMPI AT-TAUBAH



SMPI AT-TAUBAH MELAKSANAKAN LDKS

SMP Islam At-Taubah Pulo Mas pada tanggal 17-19 Desember 2012, melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMP Islam At-Taubah Tahun Ajaran 2012-2013, dengan mengambil tempat di daerah Puncak-Bogor.

Buya KH. Ismael Hassan selaku Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Masjid Pulo Mas dalam pesannya kepada panitia LDKS, sangat mendukung kegiatan luar sekolah dari SMP Islam At-Taubah Pulo Mas, hal ini terkait dengan pelatihan siswa agar dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang diterimanya dalam bentuk suatu kegiatan organisasi, sekaligus untuk meningkatkan iman dan taqwa siswa terhadap lingkungan alam sekitar sebagai ciptaan Allah Yang Maha Besar.

LDKS SMP Islam At-Taubah merupakan suatu kegiatan yang termasuk dalam Rencana Kerja Tahunan Sekolah dan dilakukan diluar sekolah, guna memberikan suatu pengalaman baru bagi siswa dalam melakukan pembelajaran organisasi, disertai suatu metode experiential learning yang kreatif, inovatif dan edukatif agar siswa dapat menambah pembekalan ilmu pengetahuan selama belajar disekolah.

Acara LDKS SMP Islam At-Taubah dilakukan oleh Tenaga Pengajar SMPI At-Taubah dengan Ketua Panitia Bapak Faisal S. SPd.I dengan mengambil tempat pelaksanaan pengenalan alam di area Kebun Teh Gunung Mas Puncak Bogor. Kegiatan ini adalah dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa dalam berorganisasi dan bertanggung jawab, mengembangkan serta memperluas wawasan ilmu pengetahuan, sehingga melalui pola pikir dan perilaku baik yang diterapkan dalam pelatihan LDKS ini, diharapkan nantinya dalam melakukan kegiatan sekolah maupun kehidupan sehari-hari siswa dapat melaksanakannya dengan positif.


Kepala SMP Islam At-Taubah, Bapak H. Saaduddin Hassan S.Ag. menyatakan bahwa kegiatan ini adalah rutin tahunan dari kegiatan luar sekolah SMP Islam At-Taubah, agar nantinya dapat membentuk siswa yang tangguh, disiplin dengan motivasi yang tinggi, sehingga dapat menjadikan perilaku siswa semakin baik dan akhirnya mempunyai karakter islami yang diharapkan yaitu mempunyai ilmu pengetahuan yang dilandasi iman dan taqwa.

Peserta LDKS juga melakukan beberapa kegiatan diskusi, permainan yang inovatif, serta pengenalan alam sekitar lokasi kegiatan, sehingga peserta merasakan bahwa kegiatan LDKS ini merupakan suatu pengalaman yang baru yang menambah ilmu dan wawasan pengetahuan mereka, dan tentunya akan menambah rasa kebersamaan mereka, saling menghormati terhadap teman, guru dan orangtua tentunya.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan suatu wacana baru bagi siswa untuk lebih berani lagi mengutarakan hal-hal yang terkait pembelajaran sekolah mereka, sehingga nantinya pelajaran di sekolah dapat memudahkan mereka untuk mencernanya dan mereka akan lebih disiplin terhadap apa yang menjadi tanggungjawab mereka”, demikian harapan salah seorang pembimbing kegiatan LDKS SMP Islam At-Taubah Tahun Ajaran 2012 - 2013.

Peserta siswa SMP Islam At-Taubah dalam melakukan kegiatan LDKS, terutama pada sesi diskusi baik siang maupun malam dengan Pembimbing Kegiatan LDKS seperti layaknya seperti dalam keluarga sendiri saling mengutarakan dan saling memberi masukan positif, sehingga waktu pelaksanaan terasa berjalan cepat, disaat siswa sedang menikmati pengalaman baru mereka.
Semoga dapat bertemu kembali di LDKS yang akan datang.

Jumat, 22 Juni 2012

SMPI AT-TAUBAH MULAI PEMBELAJARAN


SMP ISLAM AT-TAUBAH AKAN MEMULAI PEMBELAJARAN.

SMP Islam At-Taubah Pulomas walaupun masih baru, namun sistem pembelajarannya tidaklah kalah dengan SMP Unggulan lainnya, kurikulum berpedoman pada pendidikan berkarakter yang sesuai dengan visi dan misi Pendidikan Islam At-Taubah.

Pusat Pendidikan Islam At-Taubah adalah merupakan suatu kompleks pendidikan yang terletak di jalan Pulomas II Kayu Putih-Jakarta Timur, berada dalam areal kompleks perumahan Pulomas, akses yang baik dekat dengan jalan utama dan merupakan suatu Pusat Pendidikan Islam yang terus berkembang, merupakan salah satu keunggulan SMP Islam At-Taubah.

“Didirikan pada Tahun 1988, dimulai dengan pendidikan Taman Kanak-Kanak, setahun kemudian kami dirikan Sekolah Dasar Islam At-Taubah. Jumlah siswa pada awalnya hanya sekitar 10 orang, sekarang Tahun 2012 jumlah siswa meningkat pesat sekitar 800 orang, suatu perkembangan yang pesat bagi suatu sekolah swasta Islam yang pembangunan dan pengelolaan dilakukan secara swadaya murni”. Demikian Buya KH. Ismael Hassan SH menjelaskan sejarah berdirinya Sekolah Islam At-Taubah.

Buya KH Ismael Hassan SH. adalah merupakan pencetus ide dan pendiri Yayasan Masjid Pulomas yang merupakan cikal bakal berdirinya Pusat pendidikan Islam At-Taubah yang saat ini menyelenggarakan pendidikan Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Islam At-Taubah. Beliau seorang tokoh pendidikan pernah menjadi Anggota DPR-RI, Ketua Komisi IX DPR-RI Bidang Pendidikan, Anggota DPA, merupakan salah seorang pendiri yang saat ini sebagai Ketua YAPI-Rawamangun tempat beradanya Sekolah Islam Al-Azhar Rawamangun.

Sekolah Islam At-Taubah telah berkembang pesat sejak Tahun 2005, dimana Pelaksana Bidang Pendidikan At-Taubah telah menerapkan Manajemen Pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan pendidikan nasional. Pengembangan manajemen pendidikan dilaksanakan oleh Sekretaris Bidang Pendidikan melalui team-work antara Yayasan-Pendidik-Kependidikan-Orangtua Murid telah menciptakan suatu hasil yang baik, sehingga memperoleh Akreditasi Unggul (A) untuk Sekolah Dasar Islam At-Taubah, bahkan merupakan Juara UKS Tingkat Nasional pada Tahun 2005-2006.
“Keberadaan SMP Islam At-Taubah walaupun baru mulai pembelajaran Tahun Ajaran 2012-2013, InsyaAllah akan kami kembangkan menjadi Sekolah Unggulan yang setaraf dengan sekolah lainnya, bahkan tenaga pengajar dan kurikulumnya dibawah bimbingan sekolah YPI Al-azhar, bahkan Ketua Umum Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar Bapak K.H. Hariri Hady telah meninjau langsung kondisi SMP Islam At-Taubah dan beliau menyatakan kekagumannya”, demikian lanjut Buya KH. Ismael Hassan SH. Ketua Pusat Pendidikan Islam At-Taubah yang juga Ketua YAPI Al-Azhar Rawamangun.

“Saat ini SMP Islam At-Taubah sudah melengkapi sarananya sebagaimana sekolah Unggulan, dengan Laboratorium Komputer, Laboratorium Bahasa dan Ruang kelas yang disumbangkan oleh PT. Bank Mandiri Tbk. merupakan jaminan pembelajaran yang baik, Lapangan At-Taubah yang luas dikelilingi taman persis terletak didepan Gedung SMP Islam At-Taubah merupakan sarana pengembangan wawasan yang baik. Adanya Masjid Baabut-Taubah yang terletak disamping gedung sekolah akan memudahkan siswa dan orangtua murid melaksanakan ibadahnya. Dengan kegiatan Ektrakulikuler yang lengkap seperti Taekwondo, Futsal, Basket, Band, dan lainnya, serta Kegiatan Pengenalan Lingkungan merupakan sarana pembentukan karakter siswa.” Disampaikan  Sekretaris Pusat Pendidikan Islam At-Taubah Bapak Widya Sananda.

“Kami akan melakukan pembelajaran sesuai visi dan misi At-Taubah yaitu membentuk siswa yang berilmu pengetahuan dan teknologi disertai dengan iman dan taqwa. InsyaAllah akan kami lakukan yang terbaik bagi siswa di Pendidikan Islam At-Taubah”, dijelaskan Ibu Agus Bandriyati Wakil Kepala SMP Islam At-Taubah, yang merupakan guru favorite pilihan siswa SD Islam At-Taubah.

Senin, 18 Juni 2012

SISWA SDI AT-TAUBAH LULUS UN 100%


  SISWA SDI AT-TAUBAH LULUS UJIAN NASIONAL

Nilai Sempurna 10 Matematika sebanyak 6 siswa dan  Nilai Sempurna 10 IPA sebanyak 4 siswa diperoleh siswa-siswi SD Islam At-Taubah pada Pemberitahuan hasil Kolektif Ujian Nasional Propinsi DKI Jakarta, Kota jakarta Timur 16 Juni 2012.
Masih teringat pesan Buya K.H. Ismael Hassan SH. Pada saat upacara Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2012, mengingatkan kepada siswa-siswi SD Islam At-Taubah untuk menyambut dengan bangga pelaksanaan Ujian Nasional 2012, karena Ujian Nasional adalah merupakan tolok ukur kemampuan peserta didik SD Islam At-Taubah, hadapi dengan semangat, tekun belajar dan selalu berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Rahman dan Rahim, demikian pidato Buya saat itu.

AlhamdulIllah do’a Buya yang diamini oleh seluruh peserta upacara Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2012 yang lalu, telah dikabulkan Allah Yang Maha SegalaNya.
Seluruh  siswa sebanyak 131 siswa SD Islam At-Taubah lulus Ujian Nasional, sebagaimana yang telah diumumkan oleh Koordinator Ujian Nasional Tahun 2012  Tingkat Propinsi DKI Jakarta, Kota jakarta Timur Tahun 2012 pada hari Sabtu 16 Juni 2012, bahkan tercatat 6 siswa memperoleh nilai sempurna 10 untuk mata pelajaran Matematika, dan 4 siswa memperoleh nilai sempurna 10 untuk mata pelajaran IPA.

Hasil Ujian Nasional Tahun ini lebih baik dari Tahun yang lalu. Prestasi ini merupakan kerjasama yang baik dari seluruh unsur SD Islam At-Taubah mulai dari siswa yang tekun belajar, orangtua yang mendo’akannya, sampai dengan pendidik dan kependidikan di SD Islam At-taubah telah memberikan hasil yang baik. Selamat kepada siswa dan Selamat untuk Orangtua Murid yang telah mempercayakan pendidikannya di SD Islam At-Taubah, dan Selamat kepada Tenaga Pengajar yang telah bersusah payah memberikan pembelajarannya serta Tenaga Kependidikan yang dengan baik memberikan pelayanan kependidikannya, lanjut Buya.
 
“AlhamdulIllah SD Islam At-Taubah tahun ini telah mampu mencapai target yang dibebankan Bidang Pendidikan At-Taubah dalam kelulusan siswa, bersama do’a dan bimbingan seluruh orangtua siswa dan Bapak-Ibu Guru seluruhnya yang telah membawa siswa SD Islam At-Taubah berprestasi dan mencapai kelulusan 100% dengan nilai rata-rata diatas 8,0. InsyaAllah kami akan selalu memberikan yang terbaik bagi siswa” demikian penjelasan Ibu Yeni Fawisma selaku Kepala Sekolah saat melaporkan hasil Kolektif Ujian Nasional kepada Ketua Bidang Pendidikan At-Taubah.
  
“Bidang Pendidikan berharap, agar seluruh unsur pendidik dan kependidikan di lingkungan Pusat Pendidikan Islam At-Taubah Pulomas senantiasa mengutamakan pelayanan pendidikan yang baik, membimbing peserta didik untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi disertai dengan iman dan taqwa, sehingga nantinya akan membentuk manusia yang berilmu dan bermoral baik.  Hal ini merupakan tanggungjawab moral kepada orangtua murid yang telah mempercayakan putra-putrinya dididik dan dibimbing pada Pusat Pendidikan Islam At-Taubah Pulomas baik dari tingkat Taman Kanak-Kanak, SD dan SMP yang akan diselenggarakan pada Tahun Ajaran 2012-2013 ini”, pesan Buya KH. Ismael Hassan SH. kepada Kepala Sekolah dan Guru di lingkungan Pusat Pendidikan Islam At-taubah.
 
“Selamat kepada siswa dan Selamat kepada Orangtua Murid SD Islam At-Taubah semoga ini menjadi awal yang lebih baik untuk siswa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi, serta kepada Kepala Sekolah dan Dewan Guru kami Bidang Pendidikan mengucapkan terimakasih atas segala upaya dalam memberikan pendidikan dan pembelajaran kepada siswa yang baru lulus Ujian Nasional 2012”, demikian pesan Sekretaris Bidang Pendidikan Widya Sananda saat menerima laporan dari Kepala Sekolah.

Sabtu, 09 Juni 2012

GURU PESERTA PLPG 2012

 GURU SDI AT-TAUBAH PESERTA PLPG TAHUN 2012

Pada Angkatan II PLPG Tahun 2012 Rayon 137 Jakarta Timur, terdapat 5 orang Guru SD Islam At-Taubah yang memperoleh kesempatan mengikuti pembekalan PLPG yaitu, Ibu Bangun Sugiastuti, Ibu Yulita Anggraini, Ibu Agus Bandriyati, Bapak H. Muhamad Nur dan Ibu Sri Narni Lestari.

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) adalah bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan menentukan kelulusan guru peserta sertifikasi yang belum mencapai batas minimal skor kelulusan pada penilaian portofolio.
”Kami tidak menyangka akan dipanggil pada kesempatan pertama dari SD Islam At-Taubah, karena pemanggilan peserta PLPG adalah berdasarkan skor nilai pada Ujian Kompetensi Awal (UKA) peserta Guru SDN dan SD Swasta se DKI Jakarta” komentar seorang Guru yang ikut pada PLPG ini.

Untuk Tahun 2012, Kemendiknas telah menetapkan Guru SDN-S di Jakarta Timur untuk mengikuti Program PLPG Rayon 137, yang di selenggarakan oleh Universitas Prof. DR. HAMKA Jakarta selama kurang lebih 90 jam atau 9 hari untuk pembekalan materi dan 1 hari Ujian Materi yang telah diberikan.
Adapun materi PLPG meliputi empat kompetensi guru, yaitu: pedagogik, profesional, kepribadian, dan  sosial, dengan standardisasi materi ditentukan oleh LPTK – Dikti Kemendiknas.

”Persaingan untuk memperoleh sertifikasi Guru jelas tampak pada saat pembekalan materi, dimana guru dengan kemampuan dan pengalaman berbeda ditempatkan pada satu atap. Apalagi selama 7 hari kami diinapkan di Asrama Haji Pondok Gede, dalam satu kamar terdiri dari 9 – 10 peserta dari berbagai sekolah. Selanjutnya selama 3 hari kami belajar di Kampus UHAMKA Ciracas.” dijelaskan oleh salah seorang Guru SDI At-Taubah.

Setelah kegiatan pembekalan materi, para Guru diuji secara tertulis untuk mengungkap kompetensi profesional dan pedagogik. Guru juga diuji kinerjanya untuk mengungkap kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial. Penilaian Kinerja Guru juga dinilai selama proses pelatihan berlangsung. Kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial dinilai melalui penilaian teman sejawat
”Setelah kami melaksanakan seluruh kegiatan memang melelahkan, tapi kami akui sangat menyenangkan, karena selama kegiatan kita dapat melihat kemampuan yang ada terutama pada saat kompetensi pembelajaran bersama guru dari lain sekolah, serta kita juga memperoleh banyak pengetahuan mengenai tata cara pembelajaran yang nantinya dapat memberikan manfaat dalam menjalankan peran sebagai guru pendidik”. komentar Guru lainnya.

“Diharapkan hasil pembekalan ini akan membawa banyak manfaat guna kemajuan pendidikan terhadap siswa di At-Taubah, dan untuk Guru sendiri akan semakin meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya dalam menjalankan profesi Guru. Terlebih lagi bila telah memperoleh sertifikasi dan tunjangannya Guru tersebut akan senantiasa kami pantau perkembangan berdasarkan kompetensi IPA (Integrity, Professionality dan Ability) dan seharusnya meningkat dibandingkan sebelumnya” demikian dikatakan Widya Sananda selaku Sekretaris Bidang Pendidikan At-Taubah.

Berdasarkan informasi data dari pihak UHAMKA Jakarta, untuk kegiatan PLPG Angkatan ke-III telah dipanggil peserta dari SD Islam At-Taubah Pulo Mas yaitu Bapak Syahriza Akbar, Ibu Suryani, dan Bapak Nuruddin. Untuk PLPG Angkatan ke-IV Bapak Wendi Rahmat, sedangkan yang lainnya menunggu pemberitahuan pada Angkatan selanjutnya.
(sesbid-att-2012).